Mahasiswa FAH hadiri Seminar Nasional “Nasionalisme Diaspora Indonesia”

Jakarta, Fah News- Dalam rangka memperingati hari museum dan menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober, Museum Perumusan Naskah Proklamasi berinisiatif mengadakan kegiatan Seminar Nasional dengan tema “Nasionalisme Diaspora Indonesia”.  Bertempat di Hotel The Acacia, Senen, Jakarta Pusat pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018. Enam orang Mahasiswa FAH, yakni Akhmad Yusuf dan Kurais (Mahasiswa Magister SKI FAH), dan Habibi, M. Isnaini, Rahmita Rahmadani, dan Moch. Ahdi Nadhiva (Mahasiswa S1 prodi SPI) memenuhi undangan panitia untuk hadir pada acara tersebut. Acara ini sendiri dihadiri sekitar 160 orang, para peserta dari dalam dan luar kota Jakarta yang terdiri dari para akademisi, seperti dosen, guru, mahasiswa dan siswa. Selain itu turut hadir pula perwakilan dari komunitas sejarah, pengelola/pemerhati museum dan perwakilan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Agus Nugroho, selaku Kepala Museum Perumusan Naskah Proklamasi menuturkan bahwa pentingnya kegiatan ini sebagai upaya menumbuhkan dan membangkitkan nasionalisme para diaspora Indonesia. Setelahnya Agus Widiatmoko dari Direktorat Sejarah tampil menyampaikan pemaparannya menggantikan Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid yang berhalangan hadir karena harus menghadiri talk show di salah satu stasiun televisi.

Seminar ini terdiri dari dua sesi, pada sesi pertama diisi oleh Dwi Savitri Wahab, Staf Ahli Kemenlu Bid. Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Hamdan Hamedan, dari Indonesian Diaspora Network United, dan Tjokrosoejoso Abikoesno, yang merupakan cucu dari Abikoesno Tjokrosoejoso, tokoh proklamator. Sesi pertama ini dimoderatori oleh Bondan Kanumoyoso dari Universitas Indonesia.

Kemudian pada sesi kedua, yang dipandu langsung oleh Tasya Kamila sebagai moderator. Giliran Subiyantoro dari UGM Yogyakarta berbicara tentang Orang Indonesia – Kaledonia Baru: Relasi Diaspora – Homeland, Erin Cipta (eks TKW di Taiwan) yang menceritakan tentang pengalamannya, dan Nur’aeni Marta dari UNJ memaparkan hasil penelitiannya tentang TKI asal Kabupaten Cirebon Bekerja ke Luar Negeri: Suatu Upaya mempertahankan Hidup dan Menghidupi Keluarga.

Tujuan dari kegiatan seminar nasional ini adalah untuk membuka pemahaman baru mengenai hubungan sejarah, terutama sekitar proklamasi, tentu dengan tanpa menafikan peranan diaspora Indonesia terhadap pendirian dan pembangunan bangsa dalam relevansinya saat ini. Namun, di sisi lain dari seminar ini pun diharapkan dapat menggali lebih dalam peran pemerintah dalam membina masyarakat Indonesia di Luar Negeri (MILN) agar tetap memiliki rasa nasionalisme tinggi serta menjadi aset yang berpotensi besar dalam upaya mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.